Jumat, 04 Juni 2010

Sejuta Perasaan

Sayang, ada banyak hal yang ingin aku ceritakan padamu. Ada sejuta perasaan yang ingin aku curahkan padamu, aku harap engkau selalu berkenan mendengarnya bahkan membolehkan aku untuk menangis.

Sayang, aku ingin menangis kala merasakan beban mendekap erat raga yang penat sehingga aku tak bisa menggeliat.

Aku ingin menangis bila terbayang saat jauh darimu kekuatanku tergerus badai pasir kesedihan terhantam bertubi-tubi oleh meteor kehidupan yang kurasa adalah ketidakadilan.

Aku terpaksa diam karena aku tak mampu menahan roda matahari yang membakar hangus keberanianku dan aku tak sanggup bila terus membayangkannya.

Aku mencoba untuk selalu bangkit, tetapi aku tak kuat mengangkat batu itu, batu bak kekuasaan yang tiba-tiba turun dari langit menghujam keras menjatuhkan semangatku.

Yang ingin kulakukan saat ini adalah hanya memelukmu, mencium pipimu dan menceritakan pusaran kehidupan yang memayungiku dan aku berharap engkau memahami keterbatasanku ini melalui air mataku

Aku hanya ingin memandang dirimu, sungguh hanya kau kekuatanku yang utama yang tak terbilang, pelengkap tulang rusukku yang hilang.

Aku ingin menceritakan semuanya hanya denganmu, biar kita tak tidur semalaman ditemani sinar bulan biar kita lelah tak tertahan hingga kering hujan seharian.

Dekap aku sayang, biar aku rasakan senyuman anak kita dalam perutmu agar aku semakin tahu bahwa badai pasti akan berlalu.

Dan perlahan aku pun tahu engkau telah mengingatkanku kala aku mengatakan padamu bersabarlah, segalanya pasti akan baik-baik saja cintaku.

Kamis, 25 Maret 2010

Keep Your Spirit My Friend

Bagi kebanyakan orang mengatakan bahwa masa-masa SMA adalah masa-masa yang paling bahagia, sampai sekarangpun saya tak pernah mengerti mengapa demikian. Tapi jujur diakui memang itulah yang saya rasakan hingga saat ini, hingga saya berusia 25 Tahun detik ini. Masa-masa SMA ibarat musik rock and roll, gitar distorsi mengebrak dengan frekuensi kecepatan tangan yang tinggi memetik satu persatu senar gitar dengan mengikuti dentuman double pedal drum ditambah cabikan senar bass. Lebih membakar lagi dengan tarikan suara mengkreasi lagu-lagu Nirvana, Metallica, Gun’s N Roses, Riff, Boomerang, dan masih banyak lagi……Yup, masa-masa SMA bagi saya dan mungkin bagi Baskoro, Indra, Edi, Memeit, Yuni, Andi “Balap”, Kandar, Aries, Bery, Ruli dan mungkin banyak saudara-saudaraku yang lain adalah seperti Burung Elang yang terbang menembus angkasa, ombak lautan yang menghancurkan karang, Petir yang memecah awan-awan di langit. Bahkan terkadang masa-masa SMA seperti kapas yang halus, lembut terbang mengikuti kemana angin membawanya. Masa-masa SMA tak jarang seperti hujan gerimis yang turun dari angkasa, membasahi ruang dinding hati, mengaliri sungai yang hulunya di pelupuk mata kita yang menuju hilir sanubari manusia.

Teman-temanku, hidup ini berpacu dengan waktu. Dari masa-masa SMA menuntun kita memasuki gerbang kuliah yang menyajikan aneka menu peristiwa hidup, yang mentransformasikan dari dunia impian menuju dunia realita. Terkadang sebuah impian kita semasa kecil tak sesuai dengan kenyataan sekarang ini, terkadang terowongan gelap menyambut langkah kita saat ini, tak jarang pula badai kehidupan dunia fana ini menerjang langkah kita hingga kita tersungkur. Teman-temanku, apa kita sadar bahwa kita harus mengenggam masa depan kita sendiri…………... Mengapa? Karena perjalanan kita menyusuri sungai kehidupan yang dangkal, menyusuri rute yang telah terpetakan sekarang telah sampailah pada muara lautan samudra yang luas dengan mengembangkan sendiri layar yang berada pada akal dan hati kita, kemana arah angin jiwa kita membawa?. Hanya kita semua yang tahu jawabannya. Kita adalah transisi dari ulat menjadi kepompong dan berubah menjadi kupu-kupu yang bebas terbang kemanapun. Mungkin kita merasa bahwa kehidupan terasa sulit, merasa sendiri di dunia ini, merasa bahwa mengapa aku tidak bisa menggapai impianku..tapi tahukah disaat kita merasa susah, kita menjadi tahu bagaimana inginnya kita menjadi senang. Saat kita merasa sendiri, kita menjadi tahu betapa kita merindunya akan cinta. Disaat kita merasa sulit menggapai impian, kita menjadi tahu betapa menginginkannya kita berjuang menggapai hal itu. Gagal? Ahhhh, lebih baik aku gagal tetapi aku berusaha daripada aku berhasil tetapi hanya diam termenung menunggu meteor jatuh dari jajaran galaksi bima sakti. Jangan takut akan gagal, jangan takut akan masalah, jangan takut akan skeptisme kehidupan yang menyusutkan otak kita. Kalau gagal, menangislah sepuasnya tetapi esok harus bangkit lagi. Kalau takut bersembunyilah di dalam sudut kamar jiwamu yang gelap, tetapi esok bukalah jendela hatimu bukalah pagar adrenalinmu dan hadapi semuanya itu. Kita manusia, kita pasti punya keterbatasan punya kekurangan. Tetapi kita juga punya kelebihan, punya sesuatu yang berbeda daripada sahabat-sahabat kita yang lain. Dengan kelebihan kita, kita bisa menghargai kelemahan kita dan kita bisa menghormati sahabat-sahabat kita yang lain. Dengan kekurangan kita, kita akan terpacu untuk menujukkan kelebihan kita. Teman-temanku dimanapun kalian berada, coba lihat bintang dilangit pada malam hari. Banyak beribu-ribu bahkan berjuta-juta bintang di langit, tetapi pasti ada satu bintang di langit yang bersinar paling terang. Saya tidak ingin menjadi bintang yang paling terang itu, karena saya ingin membagi terang bintang itu dengan bintang-bintang yang lain. Agar semua bintang mampu bersinar terang memberikan keindahan bagi semuanya. Nyalakan kembali lentera hatimu, agar hatimu mengetahui bahwa aku tidak boleh menyerah dengan keadaanku ini. Bersabarlah jika memang belum saatnya yang kalian inginkan belum tercapai, tetapi teruslah berusaha. Kemenangan kalian ada di seberang mata, jangan buat menunggu terlalu lama lagi. Segera bangkit dari kekalahanmu, segera bergerak dan raih impianmu. Itu milik kalian, maka raihlah…..Rock Your Spirit Guys

Rabu, 10 Maret 2010

Calon Putriku Telah Membunuhku

Hai calon putriku, sedang apa di dalam perut ibumu? bisakah kau mendengar ucapan ayahmu?

Sejak kau berada dalam perut bundamu, engkau telah membunuhku. Engkau telah membunuh keangkuhanku, sehingga aku malu dengan diriku yang dulu.

Engkau telah membunuhku duhai calon putriku, engkau telah membunuh ketakutanku sehingga aku berani menghadapi hidup yang penuh cobaan dan jalan berliku.

Engkau telah melumpuhkanku, engkau telah melumpuhkan rasa takaburku. Engkau menekanku, menekan hausku akan dunia ini dan memaksaku menyeimbangkan antara fana dunia dengan kekalnya akhirat nanti.

Engkau telah memasungku wahai calon buah hatiku, engkau telah memasung hitam hatiku, sehingga aku takut membuat kecewa dirimu dan bundamu yang sangat mencintaiku.

Engkau telah memadamkan kesalahan berpikirku, sehingga aku sadar bahwa semua ini Anugrah Illahi yang patut disyukuri.

Engkau telah menamparku, engkau telah menampar ombak emosiku sehingga memintaku untuk selalu berusaha bersabar, tenang, dan tidak menyerah menghadapi masalah yang menderu.

Duhai calon putriku, penggenap kebahagiaanku. Terus lakukanlah itu untuk aku dan ibumu, aku harap kau tahu bahwa kami sangat mencitaimu.

Senin, 08 Maret 2010

Suara Hati Seorang Suami

Aku mengerti akan kesedihanmu, aku bisa merasakan itu…aku tahu kau berusaha untuk tegar dengan tidak menumpahkan air mata di pelupuk matamu…aku tahu berat bagimu menerima keadaan yang serba menyesakkan dada, keadaan yang membuat kita terpisah jarak dan waktu disaat akan sempurnanya kebahagiaan kita berdua. Di saat buah hati kita akan merasakan dunia yang fana.

Bersabarlah adinda, bersabarlah dengan semua ujian-Nya..tertawalah kembali untukku dan berikanlah senyummu. Sebagai pengobat rindu dikala sendiri termenung, mencerahkan hati pemimpinmu yang mendung. Kemari adindaku, kemarilah permaisuriku…pemimpinmu ini berjanji semua akan baik-baik saja, berjanji bahwa ikatan suci ini pastilah abadi dalam lindungan Yang Maha Abadi. Tenanglah wahai penjaga hatiku, berikanlah senyum untuk calon putri kita yang lucu.

Engkau istriku yang selalu kurindu, engkau seorang ibu dari calon putri yang telah kita tunggu..tak masalah bagiku mencari rezeki di tempat nun jauh, asalkan halal dan barokah bagi kedua jantung hatiku. Doakan selalu imam mu agar selalu berada dalam lingkaran-Nya, dilimpahi rezeki agar mampu rutin mengetuk pintu rumah kita lalu Mencium kening kedua mutiara hatiku…

kita bersama tengadahkan tangan memohon ampunan dari segala kesalahan, berdirilah disampingku duhai istriku. Kita mohon petunjuk-Nya menggapai hidup bahagia..cita-cita kita menggapai takwa dengan segala keterbatasan yang ada pastilah mendapat Ridlo-Nya. Amin, Amin Ya Robbal Alamin

 

MENCOBA UNTUK BERKATA © 2008. Design By: SkinCorner