Hai calon putriku, sedang apa di dalam perut ibumu? bisakah kau mendengar ucapan ayahmu?
Sejak kau berada dalam perut bundamu, engkau telah membunuhku. Engkau telah membunuh keangkuhanku, sehingga aku malu dengan diriku yang dulu.
Engkau telah membunuhku duhai calon putriku, engkau telah membunuh ketakutanku sehingga aku berani menghadapi hidup yang penuh cobaan dan jalan berliku.
Engkau telah melumpuhkanku, engkau telah melumpuhkan rasa takaburku. Engkau menekanku, menekan hausku akan dunia ini dan memaksaku menyeimbangkan antara fana dunia dengan kekalnya akhirat nanti.
Engkau telah memasungku wahai calon buah hatiku, engkau telah memasung hitam hatiku, sehingga aku takut membuat kecewa dirimu dan bundamu yang sangat mencintaiku.
Engkau telah memadamkan kesalahan berpikirku, sehingga aku sadar bahwa semua ini Anugrah Illahi yang patut disyukuri.
Engkau telah menamparku, engkau telah menampar ombak emosiku sehingga memintaku untuk selalu berusaha bersabar, tenang, dan tidak menyerah menghadapi masalah yang menderu.
Duhai calon putriku, penggenap kebahagiaanku. Terus lakukanlah itu untuk aku dan ibumu, aku harap kau tahu bahwa kami sangat mencitaimu.
1 komentar:
semoga menjadi anak yang berbakti pak
Posting Komentar